Kenangan dan Sukses Rossi Bersama Michelin

Kenangan dan Sukses Rossi Bersama Michelin sebenarnya bukan pendatang baru di dunia balap, khususnya MotoGP. Michelin yang bermarkas di Clermont-Ferrand ini sejak era MotoGP pada 2000-an, sudah mencatatkan namanya di lintasan MotoGP.

Pengelola MotoGP Dorna, sempat menunjuk tiga produsen ban pada 2002 lalu, yaitu Michelin, Bridgestone, dan Dunlop. Hingga musim 2007, komposisi pemasok ban MotoGP tetap tidak berubah. Namun, memasuki musim 2008 MotoGP hanya menunjuk dua pabrikan ban yaitu Michelin dan Bridgestone. Dan pada musim berikutnya, pabrikan ban Bridgestone menjadi pemasok tunggal untuk ajang balapan MotoGP.

Kenangan dan Sukses Rossi Bersama Michelin

Kenangan dan Sukses Rossi Bersama Michelin

Melihat jauh ke belakang, setelah hampir 36 tahun Michelin ambil bagian pada ajang balapan MotoGP, Michelin berhasil mengantarkan sebanyak 42 pembalap keluar sebagai juara. Michelin juga berhasil meraih 360 kemenangan di ajang kelas paling bergengsi MotoGP.

Diinput dari Autoevolution, pada tahun 1973, Jack Findlay menjadi pembalap pertama yang keluar sebagai juara di Isle of Man TT. Pembalap asal Australia ini pun pertama kali menggunakan ban Michelin dengan teknologi slick buatan Michelin.

Dan pada tahun depan, Michelin akan come back dan menjadi ban resmi untuk ajang balapan MotoGP tahun 2016. Setelah hampir 7 musim absen dari gelaran balap motor, Michelin produses ban asal Perancis itu akan menggantikan Bridgestone yang mengundurkan diri pada musim 2014 lalu.

Michelin pun menjalanin serangkaian tes yang dijalani oleh para pembalap menyongsong musim balap 2016. Selain untuk menjajal dan mempelajari pabrikan karet hitam yang berlogo mumi ini, para pembalap juga konsentrasi pada pengembangan motor mereka masing-masing. Legenda MotoGP, Valentino Rossi juga turut menjajal si mumi yang pernah mengantarkan dirinya menjadi juara pada sesi latihan pra musim ini.

Setelah menjalani serangkaian test, Rossi mengaku bahwa belum puas sepenuhnya dengan kinerja ban Michelin. Pada bulan November kemarin, Rossi juga sempat dilanda rasa was – was. Ini disebabkan, Rossi membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa beradaptasi kembali dengan ban baru Michelin. Rossi merasa cemas, akan proses transisi dari ban lama Bridgestone ke ban baru Michelin mengalami hambatan.

Rossi mengutarakan, “Sekarang bukanlah waktu yang cocok untuk membahas masalah ban baru, sebab kami juga belum mengetahuinya secara pasti. Namun sesi pertama menjajal ban baru Michelin membuat kami merasa cemas. Seperti dikutip dari Autosport.

Menurut Rossi sebagai legenda MotoGP yang meraih juara dunia sebanyak tujuh kali ini, Michelin belum bisa sepenuhnya beradaptasi dengan tungangannya. Hal ini juga diyakini oleh Rossi bakal menjadi pekerjaan rumah baru untuk tim, sebelum mereka memulai kembali kompetisi baru tahun depan. ”  Kata rider yang identik dengan nomor 46 ini.”Saya berharap ini hanya soal waktu untuk mencari setingan tepat pada motor dengan menggunakan ban Michelin”.

Menurut Rossi, karakter ban buatan Michelin sangat liar. Pekerjaan rumah untuk Rossi dengan ban Michelin. Performa ban Michelin di mata Rossi bertolak belakang dengan karakter motornya.

Dan ternyata bukan hanya Rossi saja yang mengalami masalah serupa. Sebelas rider MotoGP lainnya juga mengalami kesulitan dalam sesi percobaan ban baru tersebut, mereka mengutarakan sulit beradaptasi dengan baik dengan ban yang berdiameter 17 inchi ini.

Para pembalap mengatakan bahwa karakter ban Michelin ini sangat berbeda dengan ban lama Bridgestone, dimana grip (daya cekram) Michelin lebih besar dibagian belakang ban. Sedangkan pada Bridgestone, grip lebih besar di depan. Kesimpulan ini didapat dari hasil uji coba pada bulan November kemarin. Menurut Maverick Vinales pembalap pabrikan Suzuki, ” saya telah membuktikan sendiri, saya jatuh ketika mencoba ban Michelin, karena tiba-tiba ban depan saya kehilangan grip.

The Doctor sebenarnya memiliki sejarah dan catatan bagus dengan pabrikan ban asal Perancis yang sudah berdiri tahun 1889. Rossi tampil sebagai juara dunia sebanyak 4 kali beruntun dengan ban Michelin pada musim 2002, 2003, 2004 dan pada musim 2005. Hingga kini, Rossi pun sulit menuliskan tinta emas tersebut.

Pada musim 2008, MotoGP resmi menunjuk pabrikan ban Bridgestone dan Michelin sebagai pemasok ban MotoGP. Dan Rossi memilih Bridgestone dan keluar sebagai juara dunia. Musim selanjutnya, MotoGP menggunakan satu jenis ban dalam ajang balapan,yaitu Bridgestone. Dan Rossi kembali berhasil keluar sebagai juara dunia.

Setelah itu, Rossi gagal merebut titel juara dunia dengan ban buatan Jepang tersebut.  Namun kegagalan yang dialami Rossi tersebut bukan semata karena faktor ban saja, tetapi juga masalah performa pada motornya yang tidak kunjung selesai dengan hasil yang diharapkan.

Masalah itu dialami Rossi ketika dia memutuskan untuk memperkuat motor pabrikan Italia Ducati. Bersama Ducati, prestasi Rossi merosot drastis atau terjun bebas. Sehingga The Doctor memutuskan untuk kembali memperkuat Yamaha pada musim 2013. Selama periode kedua ini, Rossi tidak berhasil sama sekali merebut titel juara dunia. Melihat musim depan, Rossi mengaku persaingan akan lebih sengit dan berat, terlebih bila menoleh kembali dari musim 2015 kemarin, dimana banyak terdapat intrik yang membuat Rossi gagal.

Namun, Rossi tidak sepatutnya langsung patah semangat, mengingat dia memiliki sejarah dan prestasi bagus dengan Michelin di masa lalu. Rossi sendiri juga sudah melihat ke arah yang lebih baik dengan menggunakan ban baru ini.

Rossi mengutarakan “Saya berlari lebih jauh untuk memahami ban dan saya lebih cepat. Dan motor kami mengalami kemajuan pesat dibanding dengan hari sebelumnya dan ban tersebut (Michelin), utamanya pada bagian depan mampu memberikan umpan balik yang lebih baik dan ini yang terpenting,”. Kenangan dan Sukses Rossi Bersama Michelin itu lah yang terjadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *